CARA PEMILIHAN STRATEGI DAN INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR DALAM PENCAPAIAN STRATEGI PROSES PEMBELAJARAN
DAN INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR
DALAM PENCAPAIAN STRATEGI
PROSES PEMBELAJARAN
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Strategi Belajar
Ainul Yaqin (U20153014)
PRODI
BAHASA DAN SASTRA ARAB
FAKULTAS USULUDDIN, ADAB DAN HUMANIORA
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
MEI 2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah Swt., karena atas limpahan
berkah dan karunia-Nya, makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Ucapan
terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak berikut ini.
1.
Bapak
Dosen mata kuliah Strategi Pembelajaran, Dr. Mashudi, M.Pd, yang telah
memberikan tugas pembuatan makalah ini, dalam rangka untuk mendalami materi pelajaran tentang strategi pembelajaran
ekspositori, direct instruction, dan inkuiri.
2.
Para Pustakawan yang telah menfasilitasi rujukan penyusunan
makalah ini;
3.
Serta teman-teman
seperjuangan, yang senantiasa saling mendukung atas terselesainya
makalah ini.
Dengan pembuatan makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, serta
bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi pembaca. Dalam makalah ini, mungkin
terdapat kesalahan, oleh karena itu kami pihak penulis mengucapkan mohon maaf
dan mengharapkan kritik serta saran demi perbaikan makalah selanjutnya.
Jember, 13 Septenber 2016
Penulis
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
i
DAFTAR ISI
ii
BAB I PENDAHULUAN
1
A.
Latar Belakang Masalah
1
B.
Rumusan Masalah
2
C.
Tujuan Penulisan
2
BAB II PEMBAHASAN
3
A. Pengertian
Strategi Pembelajaran Ekspositori, Direct Instruction, dan Inkuiri
3
B.
Ciri-Ciri Strategi Pembelajaran Ekspositori, Direct
Instruction, dan Inkuiri
7
D.
Prosedur Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Ekspositori, Direct
Instruction, dan Inkuiri
9
E.
Keunggulan dan Kekurangan Pelaksanaan Strategi Pembelajaran
Ekspositori, Direct Instruction, dan Inkuiri
11
BAB II PENUTUP
15
A.
Kesimpulan
15
DAFTAR PUSTAKA
|
|
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Maju
tidaknya dunia pendidikan tentu tidak bisa dilepaskan dari peran para guru.
Namun, peran guru disini bukan sekedar aktivitas mengajar materi pembelajaran
kepada siswa, melainkan perlu juga diperhatikan bagaimana cara mengajar yang
efektif dan baik, serta memanajemen kelas yang baik.
Keberhasilan
seorang siswa dalam menangkap dan memahami mata pelajaran yang mereka pelajari
sangat ditentukan oleh suasana kelas yang kondusif, dimana hal ini membutuhkan
kecakapan para guru dalam mengelola dan menatanya. Oleh sebab itu, sangat
penting bagi para guru untuk memahami strategi pelajaran dan memanajemen kelas
dengan baik.
Mengingat
masih minimnya kemampuan sebagian para guru dalam membangun strategi
pembelajaran dan memanajemen kelas yang baik, maka tidak ada salahnya jika kita
sebagai calon pendidik untuk mempelajari kembali apa saja strategi pembelajaran
yang bisa diterapkan oleh seorang guru agar dapat membangun suasana kelas yang
baik.
Hal
ini sangat penting bagi seorang pendidik maupun calon pendidik untuk
mempelajari berbagai strategi pembelajaran. Untuk itulah penulis akan
memaparkan beberapa hal tentang strategi pembelajaran ekspositori, direct
instruction dan, inkuiri, dengan
harapan agar pendidikan kita menjadi lebih baik.
|
B.
Rumusan
masalah
1.
Apakah
pengertian strategi pembelajaran ekspository, direct instruction, dan
inkuiri?
2.
Bagaimana
ciri-ciri strategi pembelajaran
ekspository, direct instruction, dan inkuiri?
3.
Bagaimana
prosedur pelaksanaan pembelajaran ekspository, direct instruction, dan
inkuiri?
4.
Apa
saja keunggulan dan kelemahan pelaksanaan pembelajaran ekspository, direct
instruction, dan inkuiri?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui
pengertian strategi pembelajaran ekspository, direct instruction, dan
inkuiri
2.
Mengetahui ciri-ciri strategi pembelajaran ekspository, direct
instruction, dan inkuiri
3.
Mengetahui prosedur pelaksanaan pembelajaran
ekspository, direct instruction, dan inkuiri
4.
Mengetahui keunggulan dan kelemahan pelaksanaan
pembelajaran ekspository, direct instruction, dan inkuiri
|
|
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
strategi pembelajaran ekspository, direct
instruction, dan inkuiri
1.
Pengertian
Strategi Pembelajaran Ekspositori
Strategi
pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada
proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok
siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
[1]
Startegi
pembelajaran ekspositori merupakan kegiatan belajar yang bersifat menerima,
terjadi karena guru menggunakan pendekatan mengajar yang bersifat ekspositori.
Baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan mengajar dalam pendekatan ini guru lebih aktif, lebih
banyak melakukan aktivitas dibandingkan dengan siswa-siswanya.
Guru telah
mengelola dan mempersiapkan bahan ajaran secara tuntas, lalu menyampaikan
kepada siswa. Sebaliknya para siswa berperan lebih pasif, tanpa banayak
melakukan kegiatan pengolahan bahan, karena menerimabahan ajaran yang
disampaikan oleh guru. Metode belajar yang digunakan biasanya metode ceramah
dan demonstrasi.[2]
Strategi
pembelajaran ini menekankan kepada proses bertutur. Materi pelajaran sengaja
diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah menyimak untuk
menguasai materi pelajaran yang disamapaikan guru.[3]
|
3.
Pengertian
Strategi Pembelajaran inkuiri
Strategi
pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan
pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan
sendiri dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri
biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi
pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berhasal
dari Yunani, yaitu heureskein yang berarti saya menemukan. Strategi
pembelajaran inkuiri menekankan kepada
proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung.
Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi
pembelajaran. Sedangkan guru menjadi fasilitator dan pembimbing siswa untuk
belajar.
Strategi
pembelajaran inkuiri berangkat dari asumsi bahwa sejak manusia lahir ke
dunia,manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa
ingin tahu tentang keadaan alam disekelilingnya merupakan kodrat manusia sejak
ia lahir ke dunia. Sejak kecil manusia memiliki
keinginan mengenal sesuatu melalui indra pengecapan, pendengaran,
penglihatan, dan indra-indra lainnya. Hingga dewasa keinginan manusia secara
terus menerus berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Penegtahuan
yang dimiliki manusia akan bermakna (meaningfull) manakala didasari
keinginan itu. Dalam rangka itulah strategi inkuiridikembangkan.
Strategi
pembelajaran inkuiri banyak dipengaruhi oleh aliran belajar kognitif. Menurut
aliran ini belajar pada hakikatnya adalah proses mental dan proses berpikir
dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap individu secara optimal.
Belajar lebih dari sekedar proses menghafaldan menumpuk ilmu pengetahuan,
tetapi bagaimana pengetahuan yang diperolehnya bermakna untuk siswa melalui
keterampilan berpikir. Teori lain yang
mendasari staretegi pembelajaran inkuiri
adalah teori belajar konstrutivistik. Teori belajar yang dikembangkan oleh
piaget. Menurut piaget, pengetahuan itu akan bermakna manakala dicari dan
ditemukan sendiri oleh siswa.[4]
B.
Ciri-ciri
strategi pembelajaran ekspository, direct
instruction, dan inkuiri
1)
Dilakukan
dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara verbal, artinya bertutur
secara lisan merupakan alat utama dalam melakukan strategi ini, oleh karena itu
sering orang mengidentikannya dengan ceramah.
2)
Biasanya
materi pelajaran yang yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi,
seperti data atau fakta, konsep-konsep
tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berfikir ulang.
3)
Tujuan
utama pembelajaran adalah penguasaan materi pembelajaran itu sendiri. Artinya
setelah proses pembelajaran berakhir siswa dapat memahaminya dengan benar
dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.
2.
Ciri-ciri strategi pembelajaran direct instruction (pembelajaran
langsung) adalah sebagai berikut[6]
1)
Adanya
tujuan pembelajaran
Pembelajaran
langsung ini menekankan tujuan pembelajaran yang harus berorientasi kepada
siswa dan spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian
(kondisi evaluasi), dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang diharapkan
(kriteria keberhasilan).
2)
Sintaks
atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
Pada model
pembelajaran langsung terdapat 5 (lima) fase yang sangat penting Pembelajaran
langsung dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktek, dan
kerja kelompok. Pembelajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran
yang ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa.
3)
Sistem
pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya
pembelajaran
Keberhasilan
metode pembelajaran langsung memerlukan lingkungan yang baik untuk presentasi
dan demonstrasi, yakni ruang yang tenang dengan penerangan cukup, termasuk alat
atau media yang sesuai.
1)
Strategi
inkuiri menekankan pada aktivitas siawa secara maksimal untuk mencari dan
menemukan, artinya pembelajaran inkuiri menempatkan siswa secara maksimal untuk
mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai
subjek belajar.
2)
Seluruh
aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban
sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan
sikap percaya diri (self belief).
3)
Tujuan
dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan
berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemempuan
intelektual sebagai bagian dari proses mental.
C.
Prosedur
pelaksanaan strategi pembelajaran ekspositori, direct instruction, dan
inkuiri
1)
Persiapan
(preparation)
Tahap persiapan
berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Dalam strategi
ekspositori, langkah persiapan merupakan langkah yang sangat penting.
Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran ini sangat bergantung pada langkah
persiapan. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan
diantaranya adalah
Sebagai berikut:
a.
Berikan
sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif
b.
Mulailah
dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai
c.
Bukalah
file dalam otak siswa
2)
Penyajian
(presentation)
Langkah
penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan
yang telah dilakukan. Yang harus didpikirkan oleh setiap guru dalam penyajian
ini adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan
dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam pelaksanaan langkah ini, antara lain
a.
Penggunaan
bahasa
Penggunaan
bahasa merupakan aspek yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan presentasi.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan bahasa. Pertama,
Bahasa yang digunakan sebaiknya bersifat komunikatif dan mudah dipahami. Kedua,
dalam penggunaan bahasa guru harus memperhatikan tingkat perkembanga audiens
atau siswa. Misalnya, penggunaan bahasa untuk anak SD berbeda dengan bahasa
untuk tingkat mahasiswa.
b.
Intonasi
suara
Pengaturan nada
suara akan membuat perhatian siswa tetap terkontrol, sehingga tidak akan mudah
bosan.
c.
Menjaga
kontak mata dengan siswa
Dalam proses
penyajian materi pelajaran, kontak mata (eye contact) merupakan hal yang
sangat penting untuk membuat siswa tetap memperhatikan pelajaran. Oleh sebab
itu guru sebaiknya secara terus menerus menjaga dan memeliharanya. Pandanglah
siswa secara bergiliran, jangan biarkan pandangan mereka tertuju pada hal-hal
di luar materi pelajaran.
d.
Menggunakan
joke-joke yang menyegarkan
Menggunakan joke
adalah kemempuan guru untuk menjaga agar kelas tetap hidup dan segar melalui
penggunaan kalimat atau bahasa yang lucu. Beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam menggunakan joke diantaranya. Pertama, joke yang digunakan harus
relevan dengan isi materi yang sedang dibahas. Kedua, sebaiknya joke
muncul tidak terlalu sering. Guru yang terlalu sering memunculkan joke
hanya akan membuat kelas seperti dalam suasana pertunjukan. Oleh sebab itu guru
mesti paham kapan sebaiknya ia memunculkan joke-joke tertentu.
3)
Menghubungkan
(correlation)
Langkah korelasi
adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan
hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap ketertarikannya dalam
steruktur pengetahuan yang telah dimilikinya.
4)
Menyimpulkan
(generalization)
Menyimpulkan
adalah tahapan untuk memahami inti (core) dari materi pelajaran yang telah
disajikan. Langkah menyimpulkan merupakan langkah yang sangat penting dalam
strategi ekspositori, sebab melalui langkah menyimpulkan siswa akan dapat
mengambil inti sari dari proses penyajian.
5)
Penerapan
(aplication)
Langkah aplikasi
adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Langkah
ini merupakan langkah yang sanagat penting dalam proses pembelajaran
ekspositori, sebab melalui langkah ini guru dapat mengumpulkan informasi
tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa.
1)
Guru
menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
Tujuan langkah
awal ini untuk menarik dan memusatkan perhatian siswa, serta memotivasi mereka
untuk berperan serta dalam pembelajaran.
2)
Mendemonstrasikan
pengetahuan dan keterampilan. Guru mendemonstrasikan keterampilan dengan benar
atau menyampaikan informasi tahap demi tahap. Kunci keberhasilan dalam tahap
ini adalah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti
langkah-langkah demonstrasi yang efektif.
3)
Membimbing
pelatihan
Bimbingan
dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat
pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep.
4)
Mengecek
pemahaman dan memberikan umpan balik
Guru memeriksa
atau mengecek kemampuan siswa seperti memberi kuis terkini dan memberi umpan
balik seperti membuka diskusi untuk siswa.
5)
Memberikan
kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapan konsep
Guru dapat
memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya
terhadap materi yang telah mereka pelajari.
1)
Orientasi
Langkah
orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang
responsif. Pada langkah ini guru mengondisikan agar siswa siap melaksanakan
proses pembelajaran. Tugas guru adalah merangsang dan mengajak siswa untuk
berpikir memecahkan masalah, karena keberhasilan SPI sangat bergantung pada
kemauan siswa untuk berktivitas menggunakan kemampuannya dalalm memecahkan
masalah.
2)
Merumuskan
masalah
Merumuskan
masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung
teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk
berpikir memecahkan teka-teki tersebut..
3)
Merumuskan
hipotesis
Sebagai jawaban sementara
hipotesis perlu diuji kebenarannya. Potensi berpikir itu dimulai dari kemempuan
setiap individu untuk menebak atau mengira - ngira (berhipotesis) dari suatu
permasalahan. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan
kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukan
berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa agar dapat merumuskan berbagai
perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.
4)
Mengumpulkan
data
Mengumpulkan
data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji
hipotesis yang diajukan.Dalam strategi pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data
merupakan proses mental yang sangat penting dalam mengembangkan intelektual.
5)
Menguji
hipotesis
Menguji
hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan
data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang
terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas
jawaban yang diberikan.
6)
Merumuskan
kesimpulan
Merumuskan
kesimpulan merupakan proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh
berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
D.
Keunggulan
dan kelemahan strategi pembelajaran ekspositori, direct instruction, dan
inkuiri
1.
Keunggulan
dan kelemahan strategi pembelajaran ekspositori
Strategi
pembelajaran ekspositori memiliki
beberapa keunggulan, antara lain sebagai berikut[11]
1)
Guru
bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, ia dapat mengetahui
sampai sejauh mana peserta didik bisa menguasai bahan pelajaran yang
disampaikan.
2)
Strategi
pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang
harus dikuasai peserta didik cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki
untuk belajar terbatas.
3)
Melalui
strategi pembelajaran ekspositori selain peserta didik dapat mendengar melalui
penuturan (kuliah) tentang suatu meteri pelajaran, juga sekaligus peserta didik
bisa melihat atau mengobservasi ( melalui pelaksanaan demonstrasi).
4)
Keuntungan
lain adalah strategi pembelajaran ini bisa digunakan untuk jumlah peserta didik
dan ukuran kelas yang besar.
Selain kelebihan-kelebihan tersebut trategi
pembelajaran ekspositori juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain sebagai
berikut
1)
Strategi
pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki
kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. Untuk siswa yang tidak memiliki
kemampuan sepaerti itu perlu digunakan strategi yang lain.
2)
Strategi
ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan
kemampuan, perbedaan pengetahuan, minat, bakat, serta perbedaan gaya belajar.
3)
Keberhasilan
strategi pembelajaran ekspositori sangat tergantung pada apa yang dimiliki
guru, seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme,
motivasi, dan berbagai kemampuan seperti kemampuan bertutur (berkomunikasi).
Strategi
pembelajaran direct instruction (pembelajaran langsung) memiliki
beberapa kelebihan, antara lain sebagai berikut
1)
Guru
dapat mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh siswa,
sehingga dapat mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh siswa.
2)
Dapat
diterapkan secara efektif dalam kelas yang besar maupun kecil.
3)
Merupakan
cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan
yang eksplisit kepada siswa yang berprestasi rendah.
4)
Menekankan
kegiatan mendengarkan (melalui ceramah) sehingga membantu siswa yang cocok
belajar dengan cara-cara ini.
5)
Model
pembelajaran direct instruction (terutama kegiatan dem;onstrasi) dapat
memberikan tantangan untuk mempertimbangkan kesenjanagan antara teori (hal yang
seharusnya) dan observasi (kenyataan yang terjadi).
6)
Siswa
yang tidak dapat mengarahkan diri sendiri tetap dapat berprestasi apabila model
pembelajaran langsung digunakan secara efektif.
Selain kelebihan-kelebihan tersebut strategi
pembelajaran direct instruction (pembelajaran langsung) juga memiliki beberapa kekurangan, antara
lain sebagai berikut
1)
Sulit
untuk mengatasi perbedaan dalam hal kemampuan, pengetahuan awal, tingkat
pembelajaran dan pemahaman, gaya belajar atau ketertarikan siswa.
2)
Karena
siswa hanya memiliki sedikit kesempatan untuk terlibat secara aktif, sulit
baggi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal mereka.
3)
Karena
guru memainkan peran pusat, kesuksesan strategi pembelajaran ini bergantung
pada image guru.
4)
Model
pembelajaran langsung sangat bergantung pada gaya komunikasi guru.
5)
Jika
model pembelajaran langsung tidak banyak melibatkan siswa, siswa akan
kehilangan perhatian setelah 10-15 menit, dan hanya akan mengingat sedikit isi
materi yang disampaikan.
Strategi
pembelajaran inkuiri memiliki beberapa kelebihan, antara lain sebagai berikut
1)
SPI
merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada pengembangan aspek
kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran
melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
2)
SPI
dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar
mereka.
3)
SPI
merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembanga psikologi belajar modern
yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya
pengalaman.
4)
Keuntungan
lain adalah strategi pelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki
kemampuan di atas rata-rata.
Selain
kelebihan-kelebihan tersebut, strategi pembelajaran inkuiri memiliki
kekurangan-kekurangan antara lain sebagai berikut
1)
Jika
SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit untuk mengontrol
kegiatan dan keberhasilan siswa.
2)
Strategi
ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan
kebiasaan siswa dalam belajar.
3)
Kadang-kadang
dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering
guru sulit menyesuaikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru
sulit menyesuaikannyadengan waktu yang telah ditentukan.
4)
Selama
kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi
pelajaran, maka SPI akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.
|
|
PENUTUP
A.
Kesimpulan
·
Strategi
pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada
proses penyampaian materi secara verbal
oleh seorang guru kepada peserta didik dengan maksud agar siswa dapat menguasai
materi pelajaran secara optimal.
·
Strategi
pembelajaran direc interaction (Pembelajaran langsung) merupakan
pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru.
·
Strategi
pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan
pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan
sendiri dari suatu masalah yang dipertanyakan.
·
Ciri-ciri strategi pembelajaran ekspositori adalah sebagai berikut
1.
Penyampaian
materi pelajaran secara verbal
2.
materi
pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi.
3.
Tujuan
utama dari pembelajaran ini adalah penguasaan materi pembelajaran itu sendiri.
·
Ciri-ciri strategi pembelajaran direct instruction (pembelajaran
langsung) adalah sebagai berikut[14]
1.
Adanya
tujuan pembelajaran
2.
Sintaks
atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
3.
Sistem
pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya
pembelajaran
·
Ciri-ciri strategi pembelajaran inkuiri
adalah sebagai berikut
1.
menekankan
pada aktivitas siawa secara maksimal.
2.
|
3.
Tujuannya
adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis.
·
Prosedur
pelaksanaan strategi pembelajaran ekspositori adalah: Persiapan (preparation)
- Penyajian (presentation) - Menghubungkan (correlation) -
Menyimpulkan (generalization) - Penerapan (aplication).
·
Prosedur
pelaksanaan strategi pembelajaran direct instruction adalah: Guru
menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa - mendemonstrasikan pengetahuan dan
keterampilan – guru mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik - memberikan
kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapan konsep.
·
Prosedur
pelaksanaan strategi pembelajaran inkuiri adalah: Orientasi - merumuskan
masalah - merumuskan hipotesis - mengumpulkan data - menguji hipotesis -
merumuskan kesimpulan.
·
Keunggulan
strategi pembelajaran ekspositori yaitu guru dapat dengan mudah mengontrol
kondisi dan perkembangan peserta didiknya. Sedangkan kelemahannya yaitu tidak
dapat melayani perbedaan setiap individu dan keberhasilan strategi ini sangat
tergantung pada apa yang dimiliki guru.
·
Keunggulan
strategi pembelajaran direct instruction
yaitu guru dapat mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang
diterima oleh siswa, dan merupakan cara fektif untuk mengajarkan suatu konsep
tertentu. Sedangkan kelemahannya yaitu sulit untuk mengatasi perbedaan dalam
hal kemampuan, keterampilan sosial, dan interpersonal mereka, serta
kesuksesannya strategi ini bergantung pada image guru.
·
Keunggulan
SPI yaitu pembelajarannya menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif,
dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini
dianggap lebih bermakna dan memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai
dengan gaya belajar mereka. Sedangkan kelemahannya yaitu sulit untuk mengontrol
kegiatan dan keberhasilan siswa dan memerlukan waktu yang panjang dalam
pengimplementasikan pembelajaran ini.
DAFTAR PESTAKA
Ibrahim,R dan S,Nana
Syaodih. Perencanaan pengajaran. PT Rineka Cipta: Jakarta.
Majid,
Abdul. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyono. 2011. Strategi
Pembelajaran Menuju Efektifitas Pembelajaran di Abad Global. Malang: UIN
Maliki.
Rusman. 2012. Model-Model
Pembelajaran. Mengembangkan Profesionalitas Guru. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina.
2013. Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana
Prenadamedia Group: Jakarta.
[1] Wina Sanjaya, Strategi
Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana Prenadamedia
Group: Jakarta, 2013), 179.
[2] R. Ibrahim dan Nana Syaodih S, Perencanaan pengajaran (PT Rineka Cipta: Jakarta, 2003), 43.
[3] Sanjaya. Strategi
Pembelajaran, 176.
[4]
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana
Prenadamedia Group: Jakarta, 2013), 195-196.
[5]
Ibid., 179.
[6]
Abdul Majid, Strategi Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016),
73-74.
[7]
Mulyono, Strategi Pembelajaran Menuju Efektifitas Pembelajaran di Abad
Global (Malang: UIN Maliki, 2011), 71-72.
[8]
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana
Prenadamedia Group: Jakarta, 2013),
185-190.
[9]
Abdul Majid, Strategi Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016),
76-78.
[10]
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana
Prenadamedia Group: Jakarta, 2013),
201-205.
[11]
Mulyono, Strategi Pembelajaran Menuju Efektifitas Pembelajaran di Abad
Global (Malang: UIN Maliki, 2011), 77-78.
[12] Rusman,
Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalitas Guru, (Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada, 2012), 74-76.
[13]
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana
Prenadamedia Group: Jakarta, 2013),
208-209.
[14]
Abdul Majid, Strategi Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016),
73-74.

terima kasih ilmunya.....
BalasHapusidzin copy paste ya mas....hehehe lagi ada tugas ini soalnya....