CARA PEMILIHAN STRATEGI DAN INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR DALAM PENCAPAIAN STRATEGI PROSES PEMBELAJARAN




CARA PEMILIHAN STRATEGI
DAN INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR
DALAM PENCAPAIAN STRATEGI PROSES PEMBELAJARAN
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Strategi Belajar





Ainul Yaqin                  (U20153014)


PRODI BAHASA DAN SASTRA ARAB
FAKULTAS USULUDDIN, ADAB DAN HUMANIORA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
MEI 2016


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah Swt., karena atas limpahan berkah dan karunia-Nya, makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak berikut ini.
1.      Bapak Dosen mata kuliah Strategi Pembelajaran, Dr. Mashudi, M.Pd, yang telah memberikan tugas pembuatan makalah ini, dalam rangka untuk mendalami materi pelajaran tentang strategi pembelajaran ekspositori, direct instruction, dan inkuiri.
2.      Para Pustakawan yang telah menfasilitasi rujukan penyusunan makalah ini;
3.      Serta teman-teman  seperjuangan, yang senantiasa saling mendukung atas terselesainya makalah ini.
Dengan pembuatan makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, serta bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi pembaca. Dalam makalah ini, mungkin terdapat kesalahan, oleh karena itu kami pihak penulis mengucapkan mohon maaf dan mengharapkan kritik serta saran demi perbaikan makalah selanjutnya.

Jember, 13 Septenber  2016
                              
                                                                               Penulis






DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A.    Latar Belakang Masalah 1
B.     Rumusan Masalah 2
C.     Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
A.    Pengertian Strategi Pembelajaran Ekspositori, Direct Instruction, dan Inkuiri 3
B.     Ciri-Ciri Strategi Pembelajaran Ekspositori, Direct Instruction, dan Inkuiri 7
D.    Prosedur Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Ekspositori, Direct Instruction, dan Inkuiri 9
E.     Keunggulan dan Kekurangan Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Ekspositori, Direct Instruction, dan Inkuiri 11
BAB II PENUTUP 15
A.         Kesimpulan 15
DAFTAR PUSTAKA











 
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Maju tidaknya dunia pendidikan tentu tidak bisa dilepaskan dari peran para guru. Namun, peran guru disini bukan sekedar aktivitas mengajar materi pembelajaran kepada siswa, melainkan perlu juga diperhatikan bagaimana cara mengajar yang efektif dan baik, serta memanajemen kelas yang baik.
Keberhasilan seorang siswa dalam menangkap dan memahami mata pelajaran yang mereka pelajari sangat ditentukan oleh suasana kelas yang kondusif, dimana hal ini membutuhkan kecakapan para guru dalam mengelola dan menatanya. Oleh sebab itu, sangat penting bagi para guru untuk memahami strategi pelajaran dan memanajemen kelas dengan baik.
Mengingat masih minimnya kemampuan sebagian para guru dalam membangun strategi pembelajaran dan memanajemen kelas yang baik, maka tidak ada salahnya jika kita sebagai calon pendidik untuk mempelajari kembali apa saja strategi pembelajaran yang bisa diterapkan oleh seorang guru agar dapat membangun suasana kelas yang baik.
Hal ini sangat penting bagi seorang pendidik maupun calon pendidik untuk mempelajari berbagai strategi pembelajaran. Untuk itulah penulis akan memaparkan beberapa hal tentang strategi pembelajaran ekspositori, direct instruction dan,  inkuiri, dengan harapan agar pendidikan kita menjadi lebih baik.









1
 
 
B.     Rumusan masalah
1.    Apakah pengertian strategi pembelajaran ekspository, direct instruction, dan inkuiri?
2.    Bagaimana  ciri-ciri strategi pembelajaran ekspository, direct instruction, dan inkuiri?
3.    Bagaimana prosedur pelaksanaan pembelajaran ekspository, direct instruction, dan inkuiri?
4.    Apa saja keunggulan dan kelemahan pelaksanaan pembelajaran ekspository, direct instruction, dan inkuiri?

C.     Tujuan
1.      Mengetahui pengertian strategi pembelajaran ekspository, direct instruction, dan inkuiri
2.      Mengetahui  ciri-ciri strategi pembelajaran ekspository, direct instruction, dan inkuiri
3.      Mengetahui  prosedur pelaksanaan pembelajaran ekspository, direct instruction, dan inkuiri
4.      Mengetahui  keunggulan dan kelemahan pelaksanaan pembelajaran ekspository, direct instruction, dan inkuiri













 
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian strategi pembelajaran  ekspository, direct instruction, dan inkuiri
1.      Pengertian Strategi  Pembelajaran Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. [1]
Startegi pembelajaran ekspositori merupakan kegiatan belajar yang bersifat menerima, terjadi karena guru menggunakan pendekatan mengajar yang bersifat ekspositori. Baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan mengajar  dalam pendekatan ini guru lebih aktif, lebih banyak melakukan aktivitas dibandingkan dengan siswa-siswanya.
Guru telah mengelola dan mempersiapkan bahan ajaran secara tuntas, lalu menyampaikan kepada siswa. Sebaliknya para siswa berperan lebih pasif, tanpa banayak melakukan kegiatan pengolahan bahan, karena menerimabahan ajaran yang disampaikan oleh guru. Metode belajar yang digunakan biasanya metode ceramah dan demonstrasi.[2]
Strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses bertutur. Materi pelajaran sengaja diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah menyimak untuk menguasai materi pelajaran yang disamapaikan guru.[3]
2.      Pengertian Strategi Pembelajaran Direc Interaction
3
 
Strategi pembelajaran direc interaction (Pembelajaran langsung) merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru. Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. Pembelajaran langsung biasanya bersifat deduktif. Pembelajaran ini pada umumnya dirancang secara khusus untuk mengembangkan aktivitas belajar siswa yang berkaitan dengan aspek pengetahuan prosedural (pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu yang dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi) yang terstruktur dengan baik dan dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Fokus utsma dari pembelajaran ini adalah pelatihan-pelatihan yang dapat diterapkan dari keadaan nyata yang sederhana sampai yang lebih kompleks. 
3.      Pengertian Strategi Pembelajaran inkuiri
Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berhasal dari Yunani, yaitu heureskein yang berarti saya menemukan. Strategi pembelajaran inkuiri  menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pembelajaran. Sedangkan guru menjadi fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.
Strategi pembelajaran inkuiri berangkat dari asumsi bahwa sejak manusia lahir ke dunia,manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang keadaan alam disekelilingnya merupakan kodrat manusia sejak ia lahir ke dunia. Sejak kecil manusia memiliki  keinginan mengenal sesuatu melalui indra pengecapan, pendengaran, penglihatan, dan indra-indra lainnya. Hingga dewasa keinginan manusia secara terus menerus berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Penegtahuan yang dimiliki manusia akan bermakna (meaningfull) manakala didasari keinginan itu. Dalam rangka itulah strategi inkuiridikembangkan.
Strategi pembelajaran inkuiri banyak dipengaruhi oleh aliran belajar kognitif. Menurut aliran ini belajar pada hakikatnya adalah proses mental dan proses berpikir dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap individu secara optimal. Belajar lebih dari sekedar proses menghafaldan menumpuk ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan yang diperolehnya bermakna untuk siswa melalui keterampilan berpikir. Teori lain yang  mendasari staretegi pembelajaran inkuiri  adalah teori belajar konstrutivistik. Teori belajar yang dikembangkan oleh piaget. Menurut piaget, pengetahuan itu akan bermakna manakala dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa.[4]
B.     Ciri-ciri strategi pembelajaran  ekspository, direct instruction, dan inkuiri
1.             Ciri-ciri  strategi pembelajaran  ekspositori adalah  sebagai berikut[5]
1)      Dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara verbal, artinya bertutur secara lisan merupakan alat utama dalam melakukan strategi ini, oleh karena itu sering orang mengidentikannya dengan ceramah.
2)      Biasanya materi pelajaran yang yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi, seperti data atau  fakta, konsep-konsep tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berfikir ulang.
3)      Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pembelajaran itu sendiri. Artinya setelah proses pembelajaran berakhir siswa dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.
2.      Ciri-ciri  strategi pembelajaran direct instruction (pembelajaran langsung) adalah  sebagai berikut[6]
1)      Adanya tujuan pembelajaran
Pembelajaran langsung ini menekankan tujuan pembelajaran yang harus berorientasi kepada siswa dan spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi), dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang diharapkan (kriteria keberhasilan).
2)      Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
Pada model pembelajaran langsung terdapat 5 (lima) fase yang sangat penting Pembelajaran langsung dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktek, dan kerja kelompok. Pembelajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa.
3)      Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pembelajaran
Keberhasilan metode pembelajaran langsung memerlukan lingkungan yang baik untuk presentasi dan demonstrasi, yakni ruang yang tenang dengan penerangan cukup, termasuk alat atau media yang sesuai.   
3.      Ciri-ciri  strategi pembelajaran  inkuiri  adalah  sebagai berikut[7]
1)   Strategi inkuiri menekankan pada aktivitas siawa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya pembelajaran inkuiri menempatkan siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar.
2)   Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief).
3)   Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemempuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.
C.     Prosedur pelaksanaan strategi pembelajaran ekspositori, direct instruction, dan inkuiri
1.    Prosedur pelaksanaan strategi pembelajaran ekspositori adalah sebagai berikut[8]
1)      Persiapan (preparation)
Tahap persiapan berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Dalam strategi ekspositori, langkah persiapan merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran ini sangat bergantung pada langkah persiapan. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan diantaranya adalah
Sebagai berikut:
a.       Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif
b.      Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai
c.       Bukalah file dalam otak siswa
2)      Penyajian (presentation)
Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Yang harus didpikirkan oleh setiap guru dalam penyajian ini adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah ini, antara lain
a.       Penggunaan bahasa
Penggunaan bahasa merupakan aspek yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan presentasi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan bahasa. Pertama, Bahasa yang digunakan sebaiknya bersifat komunikatif dan mudah dipahami. Kedua, dalam penggunaan bahasa guru harus memperhatikan tingkat perkembanga audiens atau siswa. Misalnya, penggunaan bahasa untuk anak SD berbeda dengan bahasa untuk tingkat mahasiswa.
b.      Intonasi suara
Pengaturan nada suara akan membuat perhatian siswa tetap terkontrol, sehingga tidak akan mudah bosan.
c.       Menjaga kontak mata dengan siswa
Dalam proses penyajian materi pelajaran, kontak mata (eye contact) merupakan hal yang sangat penting untuk membuat siswa tetap memperhatikan pelajaran. Oleh sebab itu guru sebaiknya secara terus menerus menjaga dan memeliharanya. Pandanglah siswa secara bergiliran, jangan biarkan pandangan mereka tertuju pada hal-hal di luar materi pelajaran.
d.        Menggunakan joke-joke yang menyegarkan
Menggunakan joke adalah kemempuan guru untuk menjaga agar kelas tetap hidup dan segar melalui penggunaan kalimat atau bahasa yang lucu. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan joke diantaranya. Pertama, joke yang digunakan harus relevan dengan isi materi yang sedang dibahas. Kedua, sebaiknya joke muncul tidak terlalu sering. Guru yang terlalu sering memunculkan joke hanya akan membuat kelas seperti dalam suasana pertunjukan. Oleh sebab itu guru mesti paham kapan sebaiknya ia memunculkan joke-joke tertentu.
3)      Menghubungkan (correlation)
Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap ketertarikannya dalam steruktur pengetahuan yang telah dimilikinya.
4)      Menyimpulkan (generalization)
Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti (core) dari materi pelajaran yang telah disajikan. Langkah menyimpulkan merupakan langkah yang sangat penting dalam strategi ekspositori, sebab melalui langkah menyimpulkan siswa akan dapat mengambil inti sari dari proses penyajian.
5)      Penerapan (aplication)
Langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Langkah ini merupakan langkah yang sanagat penting dalam proses pembelajaran ekspositori, sebab melalui langkah ini guru dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa.
2.      Prosedur pelaksanaan strategi pembelajaran direct instruction adalah sebagai berikut[9]
1)      Guru menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
Tujuan langkah awal ini untuk menarik dan memusatkan perhatian siswa, serta memotivasi mereka untuk berperan serta dalam pembelajaran.
2)      Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan. Guru mendemonstrasikan keterampilan dengan benar atau menyampaikan informasi tahap demi tahap. Kunci keberhasilan dalam tahap ini adalah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif.
3)      Membimbing pelatihan
Bimbingan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep.
4)      Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
Guru memeriksa atau mengecek kemampuan siswa seperti memberi kuis terkini dan memberi umpan balik seperti membuka diskusi untuk siswa.  
5)      Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapan konsep
Guru dapat memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang telah mereka pelajari.
3.      Prosedur pelaksanaan strategi pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut[10]
1)      Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Tugas guru adalah merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah, karena keberhasilan SPI sangat bergantung pada kemauan siswa untuk berktivitas menggunakan kemampuannya dalalm memecahkan masalah.
2)      Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki tersebut..
3)      Merumuskan hipotesis
Sebagai jawaban sementara hipotesis perlu diuji kebenarannya. Potensi berpikir itu dimulai dari kemempuan setiap individu untuk menebak atau mengira - ngira (berhipotesis) dari suatu permasalahan. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa agar dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.
4)      Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.Dalam strategi pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam mengembangkan intelektual.
5)      Menguji hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan.
6)      Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan merupakan proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan  hasil pengujian hipotesis.
D.    Keunggulan dan kelemahan strategi pembelajaran ekspositori, direct instruction, dan inkuiri
1.      Keunggulan dan kelemahan strategi pembelajaran ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori  memiliki beberapa keunggulan, antara lain sebagai berikut[11]
1)      Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, ia dapat mengetahui sampai sejauh mana peserta didik bisa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
2)      Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai peserta didik cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar  terbatas.
3)      Melalui strategi pembelajaran ekspositori selain peserta didik dapat mendengar melalui penuturan (kuliah) tentang suatu meteri pelajaran, juga sekaligus peserta didik bisa melihat atau mengobservasi ( melalui pelaksanaan demonstrasi).
4)      Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini bisa digunakan untuk jumlah peserta didik dan ukuran kelas yang besar.
Selain kelebihan-kelebihan tersebut trategi pembelajaran ekspositori juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain sebagai berikut
1)      Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. Untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan sepaerti itu perlu digunakan strategi yang lain.
2)      Strategi ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, perbedaan pengetahuan, minat, bakat, serta perbedaan gaya belajar.
3)      Keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori sangat tergantung pada apa yang dimiliki guru, seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme, motivasi, dan berbagai kemampuan seperti kemampuan bertutur (berkomunikasi).
2.      Keunggulan dan kelemahan strategi pembelajaran  direct instruction[12]
Strategi pembelajaran direct instruction (pembelajaran langsung) memiliki beberapa kelebihan, antara lain sebagai berikut
1)      Guru dapat mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh siswa, sehingga dapat mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh siswa.
2)      Dapat diterapkan secara efektif dalam kelas yang besar maupun kecil.
3)      Merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan yang eksplisit kepada siswa yang berprestasi rendah.
4)      Menekankan kegiatan mendengarkan (melalui ceramah) sehingga membantu siswa yang cocok belajar dengan cara-cara ini.
5)      Model pembelajaran direct instruction (terutama kegiatan dem;onstrasi) dapat memberikan tantangan untuk mempertimbangkan kesenjanagan antara teori (hal yang seharusnya) dan observasi (kenyataan yang terjadi).
6)      Siswa yang tidak dapat mengarahkan diri sendiri tetap dapat berprestasi apabila model pembelajaran langsung digunakan secara efektif.
Selain kelebihan-kelebihan tersebut strategi pembelajaran direct instruction (pembelajaran langsung)  juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain sebagai berikut
1)      Sulit untuk mengatasi perbedaan dalam hal kemampuan, pengetahuan awal, tingkat pembelajaran dan pemahaman, gaya belajar atau ketertarikan siswa.
2)      Karena siswa hanya memiliki sedikit kesempatan untuk terlibat secara aktif, sulit baggi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal mereka.
3)      Karena guru memainkan peran pusat, kesuksesan strategi pembelajaran ini bergantung pada image guru.
4)      Model pembelajaran langsung sangat bergantung pada gaya komunikasi guru.
5)      Jika model pembelajaran langsung tidak banyak melibatkan siswa, siswa akan kehilangan perhatian setelah 10-15 menit, dan hanya akan mengingat sedikit isi materi yang disampaikan.
3.      Keunggulan dan kelemahan strategi pembelajaran  inkuiri[13]
Strategi pembelajaran inkuiri memiliki beberapa kelebihan, antara lain sebagai berikut
1)      SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
2)      SPI dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
3)      SPI merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembanga psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
4)      Keuntungan lain adalah strategi pelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Selain kelebihan-kelebihan tersebut, strategi pembelajaran inkuiri memiliki kekurangan-kekurangan antara lain sebagai berikut
1)      Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit untuk mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
2)      Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
3)      Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannyadengan waktu yang telah ditentukan.
4)      Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka SPI akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.

 
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
·         Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian  materi secara verbal oleh seorang guru kepada peserta didik dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
·         Strategi pembelajaran direc interaction (Pembelajaran langsung) merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru.
·         Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri dari suatu masalah yang dipertanyakan.
·         Ciri-ciri  strategi pembelajaran  ekspositori adalah  sebagai berikut
1.      Penyampaian materi pelajaran secara verbal
2.      materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi.
3.      Tujuan utama dari pembelajaran ini adalah penguasaan materi pembelajaran itu sendiri.
·         Ciri-ciri  strategi pembelajaran direct instruction (pembelajaran langsung) adalah  sebagai berikut[14]
1.      Adanya tujuan pembelajaran
2.      Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
3.      Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pembelajaran
·         Ciri-ciri  strategi pembelajaran  inkuiri  adalah  sebagai berikut
1.      menekankan pada aktivitas siawa secara maksimal.
2.     
15
 
Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan.
3.      Tujuannya adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis.
·         Prosedur pelaksanaan strategi pembelajaran ekspositori adalah: Persiapan (preparation) - Penyajian (presentation) - Menghubungkan (correlation) - Menyimpulkan (generalization) - Penerapan (aplication).
·         Prosedur pelaksanaan strategi pembelajaran direct instruction adalah: Guru menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa - mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan – guru mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik - memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapan konsep.
·         Prosedur pelaksanaan strategi pembelajaran inkuiri adalah: Orientasi - merumuskan masalah - merumuskan hipotesis - mengumpulkan data - menguji hipotesis - merumuskan kesimpulan.
·         Keunggulan strategi pembelajaran ekspositori yaitu guru dapat dengan mudah mengontrol kondisi dan perkembangan peserta didiknya. Sedangkan kelemahannya yaitu tidak dapat melayani perbedaan setiap individu dan keberhasilan strategi ini sangat tergantung pada apa yang dimiliki guru.
·         Keunggulan strategi pembelajaran  direct instruction yaitu guru dapat mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh siswa, dan merupakan cara fektif untuk mengajarkan suatu konsep tertentu. Sedangkan kelemahannya yaitu sulit untuk mengatasi perbedaan dalam hal kemampuan, keterampilan sosial, dan interpersonal mereka, serta kesuksesannya strategi ini bergantung pada image guru.
·         Keunggulan SPI yaitu pembelajarannya menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna dan memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. Sedangkan kelemahannya yaitu sulit untuk mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa dan memerlukan waktu yang panjang dalam pengimplementasikan pembelajaran ini.













DAFTAR PESTAKA


Ibrahim,R dan S,Nana Syaodih. Perencanaan pengajaran. PT Rineka Cipta: Jakarta.
Majid, Abdul. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyono. 2011. Strategi Pembelajaran Menuju Efektifitas Pembelajaran di Abad Global. Malang: UIN Maliki.
Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran. Mengembangkan Profesionalitas Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina. 2013. Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana Prenadamedia Group: Jakarta.





[1] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana Prenadamedia Group: Jakarta,  2013), 179.
[2] R. Ibrahim dan Nana Syaodih S,  Perencanaan pengajaran  (PT Rineka Cipta: Jakarta, 2003),  43.
[3] Sanjaya. Strategi Pembelajaran, 176.
[4] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana Prenadamedia Group: Jakarta, 2013),  195-196.
[5] Ibid., 179.
[6] Abdul Majid, Strategi Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), 73-74.
[7] Mulyono, Strategi Pembelajaran Menuju Efektifitas Pembelajaran di Abad Global (Malang: UIN Maliki, 2011), 71-72.
[8] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana Prenadamedia Group: Jakarta, 2013),  185-190.
[9] Abdul Majid, Strategi Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), 76-78.
[10] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana Prenadamedia Group: Jakarta, 2013),  201-205.
[11] Mulyono, Strategi Pembelajaran Menuju Efektifitas Pembelajaran di Abad Global (Malang: UIN Maliki, 2011), 77-78.
[12] Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalitas Guru, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012), 74-76.
[13] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Kencana Prenadamedia Group: Jakarta, 2013),  208-209.
[14] Abdul Majid, Strategi Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), 73-74.

Komentar

  1. terima kasih ilmunya.....

    idzin copy paste ya mas....hehehe lagi ada tugas ini soalnya....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

isim adad

BATAS AWAL DAN AKHIR PENDIDIKAN

KARAKTERISTIK TES YANG BAIK