FIQIH BERBAGAI SHOLAT SUNNAH untuk smpi
FIQIH BERBAGAI
SHOLAT SUNNAH
Diajukan untuk
memenuhi tugas individu
Materi: hadis
Kls:
Oleh:
Ainul yaqin
YAYASAN NURUL
AMEIN
(YASMIN)
BRAGUNG
GULUK-GULUK SUMENEP MADURA
TAHUN PELAJARAN
2015-2016
HALAMAN
PERSEMBAHAN
Ø Makalah ini
akan saya persembahkan kepada ibu dan ayahanda yang telah memberikan doanya
kepada saya dan yang telah membantu membiayai penulisanmakalah ini sampai
selesai .
Ø Kepada seluruh
family yang juga menberikan semangat dan dukungan kepada sya dalam penulisan
makalah ini
Ø kepada segenap
dewan guru madrasah nurul amein, khususnya kepada guru pengambpuh ust
sahabuddin Spd I yang telah mendidik kami dan telah member kasih saying kepada
kami
Ø kawan-kawanku
yang senasib dan seperjuangan serta segenap pembaca yang budiman
PERSETUJAN PEMBIMBING
Nota pembimbing
Hal:
persetujuan presentasi makalah
Kepada yang
terhormat
Bapak pembimbng
makalah di bragung
Assalamualaikum wr.wb
Makalah ini di
tulis oleh saudari
Nama :eva sulistia
Tetala :sumenep
Judul : FIQIH BERBAGAI SHOLAT SUNNAH
Telah
di periksa dan di setujui untul persyaratan untukmengikuti mickroticing dan
semester 2 madrasah nurul amien talang sari parebaan guluk-guluk sumenep 2016
Atas perhatian bapak kami banyak mengucapkan
banyak terima kasih
Bragung………………………………2016
Pembimbing makalah penulis
H sahabuddin Sp I eva
sulistia
MADRASAH
DINIYAH NURUL AMEIN
PAREBAAN
BRAGUNG GULUK-GULUK SUMENEP
PENGESAHAN
Makalah dengan
judul……………………………………………………………………………… yang di tulis
oleh saudari ………………………………ini telah di pertahankan di depan siding majlis
presentasi maklah pada ………………………………………………………………… dan dapat diterima sebagai
salah satu persyaratan untuk mengikuti………………………………di madras an diniyah nurul
amien tahun pelajaran 2015-2016dengan nilai komolatif…………
Majlis
presentasi makalah
Ketua siding
H sahabuddin
Spd I
Penguji 1 penguji
2
SAIFUL BAHRI MOH
RUSDIKHAN SPD I
Penguji 3 Penguji
4
ARIF EFENDI IQBAL ISKANDAR
Mengetahui
Kepala
Madrasah diniyah
nurul amein
LAILUR RAHMAN
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
LatarBelakangMasalah 3
B.
RumusanMasalah 3
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Sholat Sunnah 4
B.
Pengertian sholat sunnah
Berjamaah Dan Macamnya 5
C.
Pengertian Sholat Sunnah
Munfarid Dan Macamnya 12
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan 21
B.
Saran 21
DAFTAR PUSTAKA 22
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sholat merupakan kewajiban yang tidak
dapat di tinggalkan bagi umat muslim yang sudah mukalaf. Dalam syariat Islam
sholat itu terbagi kepada dua macam, yaitu sholat fardhu dan sholat sunnah.
Sengaja disayriatkan sholat sunnah ialah untuk menambal kekurangan yang mungkin
terdapat pada sholat-sholat fardhu, maka perlu disempurnakan dengan sholat
sunnah. Selain itu juga karena sholat itu mengandung keutamaan yang tidak
terdapat pada ibadah-ibadah lain. Banyak sekali macam-macam sholat sunnah yang
disaryiatkan. Dengan demikan maka pada kesempatan kali ini kami akan
menguraikan dari macam-macam dari sholat sunnah.
B.
Rumusan Masalah
a.
Bagaimana
Pengertian Sholat Sunnah?
b.
Bagaimana
Pengertian Sholat Sunnah Berjamaah Dan Macam-Macamnya?
c.
Bagaimana
Pengertian Sholat Sunnah Munfarid Dan Macam-Macamnya?
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Shalat Sunnah
Sholat sunnah adalah sholat yang dikerjakan di luar sholat fardhu. Nabi
Muhammad SAW mengerjakan sholat sunnah selain untuk mendekatkan diri kepada
Allah juga mengharapkan tambahan pahala.[1][1] Seseorang yang mengerjakan sholat sunnah maka
ia akan mendapatan pahala, jika tidak dikerjakan pun ia juga tidak mendapatkan
dosa. Shalat sunnah terbagi dua yaitu:
1)
Shalat sunnah yang dilaksanakan secara berjamah. Shalat sunnah jenis ini
status hukumnya adalah muakkad,contohnya: shalat idul fitri, idul
adha, terawih, istisqa, kusuf dan khusuf.
2)
Shalat sunnah yang dikerjakan secara munfarid ( sendiri-sendiri ). Status
hukumnya ada yang muakkad seperti: shalat sunnah rawatib dan
tahajud. Ada pula yang status hukumnya sunnah biasa ( ghairu muakkad ) seperti:
shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, shalat witir, dan lain-lain………………………………………………
Ø Shalat sunah
yang di anjurkan secara berjamaah
ü Shalat
Id
ü Shalat
Istisqo’
ü Shalat
Gerhana
ü Shalat
Tarawih
ü Shalat
Witir
Ø Shalat
sunnah yang dianjurkan secara munfarid :
ü Shalat
rawatib
ü Shalat
tahajud
ü Shalat
istikharah
ü Shalat hajat
ü Shalat dhuha
ü Shalat Wudhu
ü Shalat
sunnah tasbih
ü Shalat
sunnah taubat
ü Shalat
Tahiyatul Masjid
ü Shalat
sunnah muthlaq
ü Shalat
sunnah awwabin
C.
Pengertian
Sholat Sunnah Berjamaah Dan Macam-macamnya
Shalat sunnah yang dilakukan berjamaah ialah shalat sunnah yang dikerjakan secara bersama-sama. Terdiri
dari imam dan makmum.Macam-macam shalat
sunnah yang dilakukan dengan berjamaah :
a.
Shalat Sunnah
Idain
Kata idain berarti dua hari raya, yaitu hari raya idul
fitri dan hari raya idul adha. Shalat idain adalah shalat sunnah yang dilakukan
karena datangnya hari raya idul fitri atau idul adha. Shalat idul fitri di
laksanakan pada tanggal 1 syawal, sedangkan shalat idul adha di
laksanakan pada tanggal 10 dzulhijjah. Shalat idain disyariatkan
pada tahun pertama hijriyah. Dan dianjurkan dilaksanakan di lapangan dan
berjama’ah.
Hukum melaksanakan kedua shalat ‘Id ini sama,
yakni sunnah muakkadah (yang dikuatkan/penting sekali). Sejak
disyariatkannya shalat ‘Id ini, Rasulullah Saw. tidak pernah meninggalkannya.
Allah berfirman dalam surat al-Kautsar (108) ayat 1-2:
!$¯RÎ)š»oYø‹sÜôãr&trOöqs3ø9$#ÇÊÈÈe@|Ásùy7ÎntÏ9öptùU$#urÇËÈ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu
(hai Muhammad) nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena
Tuhanmu dan berkorbanlah” (QS. al-Kautsar (108): 1-2).
Kedua shalat hari raya tersebut pada prinsipnya sama
dalam hal tata caranya, kecuali niat dan waktunya yang berbeda. Jumlah rekaat
keduanya juga sama, yaitu dua rekaat. Waktu melaksanakan shalat ‘Idain ini
adalah sejak terbit matahari sampai tergelincir matahari. Akan tetapi, shalat
‘Idul Fitri lebih baik diakhirkan sedikit daripada shalat ‘Idul Adha yang
disunnahkan lebih pagi.
Setelah selesai melakukan shalat ‘Idain ini disusul
dengan khutbah. Nabi dan para shahabatnya melakukan shalat ‘Idain sebelum
khutbah seperti yang dijelaskan oleh Ibnu ‘Umar:
كان رسول الله صلىّ الله عليه وسلّم و أبو بكر وعمر يصلّون العيدين
قبل الخطبة (رواه الجماعة).
Artinya:
Adalah Rasulullah Saw., Abu Bakar, dan ‘Umar melakukan shalat ‘Idain sebelum
khutbah (HR. Jama’ah ahli hadits).
Berikut adalah
tata cara shalat ied menurut madzab-madzhab:
|
Madzhab
|
Tata cara
|
|
Hanafi
|
Niat,
mengucapkan takbiratul ihram, mengucapkan takbir 3 kali diselingi dengan diam
sejenak sekadar bacaan 3 kali atau juga boleh mengucapkan ﺴﺑﺤﺎﻦﺍﷲﻮﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲﻮﻻﺍﻟﻪﺍﻻﺍﷲﻮﺍﷲﺍﻛﺑﺮ
Kemudian ﺍﻋﻮﺫﺑﺎﺍﷲﻤﻦﺍﻟﺷﻴﻄﺎﻦﺍﻟﺮﺟﻴﻢ acabmem setelah
itu membaca alfatihah dan surat, lalu ruku’ dan sujud. Rakaat kedua, membaca
alfatihah, surat, takbir 3 kali, ruku’, sujud, menyempurnakan shalat hingga
selesai.
|
|
Syafi’i
|
Mengucapkan
takbiratul ihram, membaca doa iftihah, kemudian takbir tujuh kali, tiap-tiap
2 takbir di selingiﺴﺑﺤﺎﻦﺍﷲﻮﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲﻮﻻﺍﻟﻪﺍﻻﺍﷲﻮﺍﷲﺍﻛﺑﺮSecara perlahan, kemudian membacaﺍﻋﻮﺫﺑﺎﺍﷲﻤﻦﺍﻟﺷﻴﻄﺎﻦﺍﻟﺮﺟﻴﻢ kemudian membaca alfatihah, suratQaf, ruku’,
sujud. Rakaat kedua, membaca takbir yang kemudian di tambah 5 kali takbir
lagi, diantara 2 takbir diselingi membacaﺴﺑﺤﺎﻦﺍﷲﻮﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲﻮﻻﺍﻟﻪﺍﻻﺍﷲﻮﺍﷲﺍﻛﺑﺮKemudian membaca alfatihah dan surat iqtarobat kemudian
menyempurnakan hingga selesai.
|
|
Hambali
|
Membaca doa
iftitah, membaca takbir 6 kali, yang diantara 2 takbir itu membaca:
ﺍﷲﺍﻜﺑﺮﻜﺑﻴﺮﺍﻮﺍﻟﺤﻤﺪﷲﻜﺛﻴﺮﺍﻮﺴﺑﺤﺎﻦﺍﷲﺑﻜﺮﺓﺃﺻﻴﻼﻮﺻﻠﻰﺍﷲﻋﻠﻰﻣﺤﻣﺩﻮﺍﻠﻪﻮﺴﻠﻢﺘﺴﻠﻴﻣﺎ
kemudian
membacaﺍﻋﻮﺫﺑﺎﺍﷲﻤﻦﺍﻟﺷﻴﻄﺎﻦﺍﻟﺮﺟﻴﻢ dan basmalah, lalu membaca al-fatihah dan surat
al-a’la. Rakaat kedua, membaca takbir 5 kali dan tiap-tiap dua takbir
diselingi dengan ucapan yang sama pada rakaat pertama. Kemudian membaca
alfatihah dan surat al-ghasyiyah, lalu ruku’ sampai selesai.
|
|
Maliki
|
Mengucapkan
takbiratul ihram, takbir 6 kali, lalu membaca al-fatihah dan surat al-a’la,
ruku’, dan sujud. Bangkit Rakaat kedua sambil membaca takbir, ditambah dengan
5 takbir sesudahnya, lalu membaca al-fatihah dan surat as-syamsi kemudian
shala hingga selesai.[2][2]
|
Hal-hal yang
di sunnahkan dalam shalat ied
a. Membaca takbir.
b. Mandi, berhias, memakai pakaian yang
paling bagus, dan memakai wangi-wangian.
c. Makan sebelum shalat idul fitri,
sedangkan untuk idul adha makannya sesudah pulang dari shalat ied.
d. Berangkat menuju ke tempat shalat ied dan
pulangnya dengan jalan yang berbeda.
Hal-hal yang
di sunnahkan pada waktu shalat ied
a. Dilaksanakan secara berjamaah
b. Takbir tujuh kali setelah membaca
do’a iftitah sebelum membaca surat alfatihah pada rakaat pertama. Pada rakaat
kedua takbir lima rakaat sebelum membaca surat al-fatihah selain dari takbir
pada waktu berdiri.
c. Mengangkat tangan setiap kali takbir
d. Membaca tasbih di antara beberapa takbir
e. Membaca surat Al-A’la setelah surat
Al-fatihah pada rakaat pertama dan surat Al-ghasyiyah.[3][3]
Hikmah : a)
memperoleh pengampunan dari segala dosa.
b) menjadikan diri kita bersih dari
dosa seperti bayi.
c) mendekatkandiri kepada allah
- ShalatIstiqa'.
Shalat
sunat yg dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
Niatnya :
Ushalli sunnatalI stisqaa-i
rak'ataini (imamam/makmumam) lillahita'aalaa
artinya :
"Akuniatshalatistisqaa
2rakaat (imam/makmum)
karena Allah"
Syarat-syaratmengerjakanaShalatIstisqa
:
a)
3harisblmnya agar ulama memerintahka umatnya bertaobat dgn berpusa
& meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya
dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki & datangnya murka Allah.
"Apabila
kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lbh dulu kami perbanyak orang-orang
yg fasik, sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kami robohkan (hancurkan)
negeri mereka sehancur-hancurnya" (Q.S.Al Isra:16).
b)
Pada hari ke4 semua penduduk termasuk yg lemah dianjurkan pergi kelapangan dgn
pakaian sederana&tanpa wangi-wangian utk shalat Istisqa'.
c)
Usai shalat diadakan khutbah 2kali. Pd khutbah pertama hendaknya baca istigfar 9x
dan pd khutbah kedua 7x. Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dgn khutbah
lainnya, yaitu
1.
Khatib disunatkan memakai selendang.
2. Isi
khutbah menganjurkan byk beristigfar,berkeyakinanbhw Allah SWT
akanmengabulkanpermintaanmereka.
3.
Saatberdo'ahendaknyamengangkattangansetinggi-tingginya.
4. Saat
berdo'a pd khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi
makmumnya.
niatshalatsesuaidengansholatmana
yang akankita kerjakan.
Hikmah: dapat
menurunkan hujan disaat terjadi kemarau panjang.
- Shalat Dua Gerhana
Shalat dua
gerhana (shalat khusu fain) adalah shalat sunat yang dilakukan
karena terjadi gerhana bulan ataupun gerhana matahari.hukum melaksanakan kedua
shalat gerhana tersebut adalah sunah muakad.Waktu Pelaksanaan gerhana matahari
adalah sejak awal terjadinya gerhana sampai selesai atau
tertutupnya matahari .
Adapun waktu
pelaksanaan shalat gerhana bulan adalah sejak awal terjadinya gerhana bulan
sampai akhir atau tertutupnya bulan tersebut.
Cara mengerjakan kedua shalat gerhana tersebut sama.Yang membedakan adalah niat.Shalat gerhana di laksanakan dengan cara sebagai berikut:
Cara mengerjakan kedua shalat gerhana tersebut sama.Yang membedakan adalah niat.Shalat gerhana di laksanakan dengan cara sebagai berikut:
1.
Mengerjakan shalat sebanyak 2 rakaat,boleh dilakukan sendiri-sendiri , tetapi
lebih utama dikerjakan secara berjamaah.
2.
Berniat melakukan shalat sunat gerhana (matahari atau bulan)
3.
Membaca do’a iftitah(pembukaan).
4.
Membaca surah alfatihah dan ayat al-quran dari surah yang panjang, seperti
surah albaqarah atau surah lain yang hampir sama panjangnya dengan surah
tersebut. Namun, jika dibaca surah yang pendek, shalat ini pun sah.
5. Rukuk
dengan waktu yang hampir menyamai waktu berdiri.
6.
Berdiri dan membaca surah al-fatihah, diikuti dengan membaca surah yang lebih
pendek dari surah yang pertama.
7. Ruku
dengan waktu menyamai waktu berdiri
8.
Itidal
9. Sujud
10.
Duduk diantara 2 sujud
11.
Sujud
12.
Kembali berdiri untuk melakukan rakaat kedua yang caranya sama dengan rakaat
yang pertama, hanya rakaat kedua lebih pendek dari rakaat yang pertama.
13.
Membaca tasyahud dan shalawat nabi
14.
Salam
Adapun bacaan
takbir,al-fatihah,surah,dan salam dalam shalat gerhana bulan dinyaringkan
sedangkan dalam shalat gerhana matahari tidak dinyaringkan. Lafadz niat
shalat gerhana :
Ushalli
sunnatal khusuufi rak'ataini lillahita'aalaa
artinya
: "Akuniatshalatgerhanabulan 2 rakaat karena Allah"
Hikmah : kita
dapat mendekatkan diri kepada allah, dan merupakan perwujutan rasa kagum kita
akan fenomena yang langkah ciptaan ALLAH SWT.
- Shalat tarawih
Shalat sunnah tarawih adalah shalat sunnah yang
dikerjakan pada malam hari, pada bulan ramadhan. Waktunya setelah melaksanakan
shalat isya’ sampai menjelang subuh.
Bilangan
rakaat shalat tarawih
|
Madzhab
|
Bilangan
|
Alasan
|
|
Syafi’I
|
20
|
Berdasarkan
yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khatab dalam rangka mensyiarkan malam
ramadhan
|
|
Hanafi
|
20
|
|
|
Hambali
|
20
|
|
|
Maliki
|
39
|
Melihat
penduduk Madinah melakukan shalat tarawih 39 rakaat disertai shalat witir
|
|
hadits
Aisyah
|
11
|
melihat Nabi
melakukan shalat malam pada bulan ramadhan maupun selain ramadhan hanya
sebanyak 11 rakaat
|
Perbedaan pendapat tentang hal ini tidak perlu menjadi
bahan pertentangan karena tarawih itu merupakan bagian dari shalat malam yang
jumlah rakaatnya tidak terbatas. Semua itu untuk menghidupkan malam ramadhan
yang banyak berkahnya. Jika shalat tarawih dilaksanakan empat rakaat maka tidak
diselingi dengan tasyahud awal.[4][4]
Hikmah :
a). Menambah amalah dibulan ramadlan
b) Mendekatkan diri kepada allah
- Shalat witir
Shalat witir adalah shalat sunnah yang dilaksanakan pada
malam hari setelah shalat isya’ hingga terbitnya fajar dengan jumlah rakaat
yang ganjil, paling sedikit satu rakaat dan paling banyak sebelas rakaat. Dan
Shalat witir sebagai penutup dari seluruh shalat malam.
Para ulama sepakat bahwa waktu shalat sunnah witir itu
adalah sesudah shalat isya’ dan terus berlangsung sampai tiba fajar.[5][5] Sebagaimana
yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud al-Anshari r.a berkata:
كان
رسول الله صلى الله عليه وسلّم يوتر اوّل الليل اوسطه وأخره. رواه احمد بسند صحيحٍ
Artinya: “Rasulullah saw. itu mengerjakan shalat witir
pada awal malam. Kadang-kadang pula dipertengahan malam dan kadang-kadang pula
pada penghabisan malam itu.” (HR Ahmad dengan sanad yang shahih)”
Dan disunnahkan menyegerakan shalat witir pada permulaan
malam bagi seseorang yang khawatir tidak akan bangun pada akhir malam. Akan
tetapi, bagi seorang yang mampu bangun pada akhir malam, maka disunnahkan
mengerjakan witir itu di akhir malam.[6][6]
Tidak ada dua kali witir dalam semalam. Seseorang yang
telah mengerjakan shalat witir, lalu ingin shalat sunnah lagi, keadaan seperti
ini boleh dilakukan. Akan tetapi, jangan mengulangi lagi shalat witir untuk
kedua kalinya. Hal ini berdasarkan riwayat Abu Daud, Nasa’I, dan Tirmidzi yang
menganggapnya hasan, Ali. r.a berkata:
سمعت
رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول: لاوتران فى ليلةٍ صلاةُ الوِتْرِ وَاجِبَةٌ
عِنْدَ أبِى حَنِيْفَةَ وَسُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ عِنْدَ غَيْرِهِ
Sholat witir menurut Syafi'i, Hambali dan Maliki hukumnya
adalah sunnah muakkadah sementara menurut Hanafi hukumnya
wajib.
Cara
pelaksanaan shalat
witir[7][7]
a. Tiap-tiap dua rakaat salam dan yang
terakhir boleh satu atau tiga rakaat salam.
b. Shalat witir dilaksanakan tiga
rakaat maka tidak usah membaca tasyahud awal
|
Madzhab
|
Jumlah
|
Keterangan
|
|
Maliki
|
3 rakaat
|
dipisah
dengan satu salam
|
|
Hanafi
|
3 rakaat
|
Tanpa
dipisah dengan salam
|
|
Syafi’i
|
1 rakaat
|
-
|
Hikmah : a).
Menambah amalah dibulan ramadlan
b). Mendekatkan diri kepada
allah
C.
Pengertian Sholat Sunnah Munfarid Dan Macam-macamnya
Shalat
sunnat munfarid adalah shalat sunnat yang dikerjakan secara sendirian. Macam-macam shalatsunnah yang dilakukansecara sendirian sebagai berikut :
- Shalat sunnah rawatib
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang menyertai
shalat fardhu baik dikerjakan sebelum shalat fardhu ataupun sesudahnya. Yang
sering disebut shalat qobliyah (sebelum), shalat ba’diyah (sesudah).[8][8]
Dari beberapa macam sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah yang ada, ada beberapa
yang termasuk dalam sholat sunnah rawatib muakkad, yaitu sholat rawatib yang
dianjurkan oleh Rasulullah saw. Adapun yang termasuk shalat sunnah rawatib
muakkad menurut kesepakatan semua ulama adalah yang memiliki ketentuan sebagi
berikut:
|
RAWATIB
MUAKKAD
|
RAWATIB
GHOIRU MUAKKAD
|
|
2 rakaat
sebelum subuh
|
2 rakaat
(yg lain) sebelum duhur
|
|
2 rakaat
sbelum duhur
|
2 rakaat
(yg lain) sesudah duhur
|
|
2 rakaat
sesudah duhur
|
4 rakaat
sebelum asar
|
|
2 rakaat
sesudah maghrib
|
2 rakaat
sebelum maghrib
|
|
2 rakaat
sesudah isya
|
2 rakaat
sebelum isya
|
Kemudian Keutamaan-keutamaan shalat sunnah rawatib
muakkad sebagai berikut adalah:
1. Keutamaan shalat sunnah sebelum
subuh dijelaskan oleh hadits sebagai berikut:
عَنْ
عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ : رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَاوَمَافِيْهَا )رواه المسلم(
Artinya: Dari Aisyah r.a. dari Nabi SAW. Beliau telah
bersabda, ”dua rakaat sebelum fajar itu lebih baik daripada dunia dan
segala isinya.” (HR. Muslim)
2.
Keutamaan shalat sunnah dzuhur baik qabliyah maupun ba’diyah dan shalat sunnah
sesudah shalat maghrib dan sesudah isya’ dijelaskan dalam hadits, yang artinya
sebagai berikut:
عَنْ
اُمِّ حَبِيْبَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ اِثْنَى عَشَرَةَ
رَكْعَةً بَنَى بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ : اَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ
وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا, وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ
بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ )رواه الترمذى(
Artinya: “siapa yang shalat sehari semalam dua belas
rakaat, maka dibangunlah bagimya sebuah rumah di surga, yaitu 4 rakaat sebelum
dzuhur, 2 rakaat sesudah dzuhur, 2 rakaat sesudah maghrib, 2 rakaat sesudah
isya’ dan 2 rakaat sebelum subuh.” (HR. Turmudzi).[9][9]
- Shalat Tahajjud
Sholat sunnah tahajut adalah sholat sunnah yang
dikerjakan pada waktu malam hari setelah bangun tidur karena arti tahajut
adalah bangun pada malam hari. Waktu melaksanakan sholat
tahajut adalah:
§ Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya –
22.00 )
§ Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 –
01.00 )
§ Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 –
Subuh )[10][10]
BersabdaNabi Muhammad SAW : “Seutama-utama shalat
sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim ).
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda :
“Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan
tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5
macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun keutamaan melaksanakan sholat tahajjud, ialah :
ü Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam
bencana.
ü Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
ü Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai
olehsemua manusia.
ü Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang
mengandung hikmah.
ü Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman
dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
ü Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari
Pembalasan nanti.
ü Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
ü Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa
melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
ü Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
- Shalat Istikharah
Shalat Istikharah ialah shalat sunnah untuk memohon
kepada allah ketentuan pilihan yang lebih baik diantara dua hal yang belum dapat
ditentukan baik atau buruknya.Terdiri dari dua rakaat.
Shalat istikharah dan dhalat hajjat waktunya lebih utama
dikerjakan seperti melakukan shalat tahajjud yakni dimalam hari.
Setelah
shalat, membaca do’a istikharah:
“allahhumma
innii astakhiiruka bi’ilmika waastaqdiruka biqudratika wa as’aluka min fadhlika
‘aziim fa innaka taqdiru walaa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta
‘allamul-ghuyuub allahumma in kunta ta’lamu ana haadzal amra khairu lii fii
diinii wa ma’aasyi wa’aaqibatu amrii faqdirhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik
lii fiihii wa in kunta ta’lamuanna haadzaa syarrul lii fii diinii wa ma’aasyi
wa’aaaqibati amrii fashrifu ‘annnii fashrifnii ‘anhu waqdir liyakhaira haitsu
kaana tsumma”
Himah:
1) dapat diberi petunjuk untuk memecahkan persoalan
2) Sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah
3) Meningkatkan iman
- Shalat sunnah hajat
Shalat sunnah hajat adalah shalat yang dilakukan dengan
tujuan karena mempunyai hajat agar diperkenankan hajatnya oleh Allah swt.
Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Waktu shalat hajat
adalah bebas dilakukan kapan saja tapi dianjurkan ketika malam hari bersamaan
dengan shalat tahajut
Ø Adapun bacaan surat dalam shalat : a) al-kafiruun 10x
b)
al-ikhlash 10x
Selesai salam , langsung sujud syukur
sambil membaca:
- tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan hauqalah (10x)
- sholawat (10x)
- do’a sapu jagat (10x)
- menyebutkan hajat yang ingin dikabulkan
Hikmah :
Mempercepat Terkabulnya hajat atau permohonan.
- Shalat Dhuha
Shalat dhuha adalah shalat yang dikerjakan pada waktu
dhuha, yakni ketika matahari sudah naik, yaitu kira-kira setinggi tombak sampai
matahari tergelincir yaitu menjelang waktu dhuhur. Hukum mengerjakan
shalat dhuha adalah sunnah. Shalat dhuha memiliki keutamaan yang besar bagi
pelakunya sehingga rasulullah menganjurkan para sahabat dan seluruh kaum muslim
untuk melaksanakannya.
Bilangan rakaat shalat dhuha. Shalat dhuha dikerjakan
sekurang-kurangnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya sebelas rakaat.
Tata Cara
Shalat Dhuha
Tata cara shalat dhuha sama dengan shalat lainnya. Hanya
saja pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-fatihah kemudian surat
Asy-Syams sedangkan rakaat surat Al-fatihah lalu surat ad-dhuha. Jika belum
hafal boleh menggunakan surat apa saja.[11][11]
Hikmah :
1. Diampuni kesalahan dan dosanya 2.
Dilapangkan Usaha dan rezekinya.
- Sholat sunnah wudhu
sholat sunnah wudhu adalah sholat yang dikerjakan setelah
berwudhu. Sekarang perhatikan Hadist-Hadist yang menerangkan fadhilah
atau keutamaan-keutamaan Shalat Sunnat Wudhu :
Ø Hadist dari Abu Hurairah ra yang mengatakan bahwa
sesungguhnya Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada Bilal sesudah Shalat
Subuh : “ Hai Bilal, ceritakanlah kepadaku amal yang engkau kerjakan
dalam Islam yang penuh dengan pengharapan (yang engkau harapkan cepat
terkabulnya). Karena aku mendengar suara sandalmu ( trompah ) diantara
hadapanku didalam Sorga ( ketika aku bermimpi ).” Bilal menjawab
: “ Tidak ada satupun amalan yang sangat penuh pengharapan, kecuali
setiap selesai berwudhu ( bersuci ) baik dimalam atau disiang hari, aku
melakukan Shalat Sunnat Wudhu, sesuatu yang memang telah ditentukan untukku
supaya aku mengerjakan Shalat itu.” ( HR. Ahmad,
Bukhari dan Muslim )
Ø Sesungguhnya Rosulullah SAW sendiri sehubungan dengan
keutamaan (fadhilah) dari Shalat Sunnat Wudhu beliau telah bersabda :
“Barang siapa yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya dengan bershalat dua raka’at dengan sepenuh hati dan wajahnya, maka diwajibkan baginya masuk Sorga.
“Barang siapa yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya dengan bershalat dua raka’at dengan sepenuh hati dan wajahnya, maka diwajibkan baginya masuk Sorga.
- Shalat sunnahTasbih
Shalat sunnah tasbih adalah shalat sunnah yang
sebagaimana dianjurkan oleh rasulullah saw kepada mamaknya sayyidina abbas bin
abdul munthallib.Shalat tasbih ini dianjurkan diamalkan, kalau tidak bisa tiap
malam, dapat dilakukan tiap minggu sekali, jika tidak bisa dapat dilakukan satu
bulan sekali, jika tetap tidak bisa dilakukan setahun sekali, setidak – tidakya
seumur hidup sekali.
Ø Jika dikerjakan siang hari dilaksanakan 4
rakaat sekali salam
Ø Jika dikerjakan di malam hari 4 rakaat 2
kali salam
Adapun surat yang dibaca:
1) at-takatsur. 2) al-‘ashr. 3) al-kaafirun. 4) al-ikhlash.
Bacaan
tasbich :“subchanallahi, walchamdulillahi, wa
la-ilaahaillaallahi, waallahu akbaru, wa laa chaula walaa quwwata illa billahi”
Membaca tasbih
dilakukan setelah selesai:
1. Membaca surat
:15 kali
2.
Rukuk
:10 kali
3.
I’tidal
:10 kali
4. Sujud
pertama
:10 kali
5. Duduk diantara dua
sujud :10 kali
6. Sujud
kedua
:10 kali +
Jumlah tasbich
75x4
:300 kali
Hikmah :
1) memuji dan mengagungkan Allah SWT
2) memantapkan Iman dan Taqwa
- Shalat sunnah at-taubah
Shalat sunnah at-taubah adalah shalat sunnah yang
dilaksanakan untuk memohon pengampunan atas dosa yang telah dilakukan. Waktu
melaksanakan shalat at-taubah adalah ketika seseorang telah menyadadari dosa
yang telah diperbuat dan ia telah menyesalinya dalam hati, maka ia diwajibkan
bersegera shalat at-taubah.Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimal 6
rakaat.
Setelah shalat sunnah at-taubah dianjurkan membaca
istighfar sebanyak – banyaknya.
Hikmah: dapat
di hapuskan seluruh dosa – dosan
- Shalat Tahiyatul Masjid
Tahiyatul masjid berarti penghormatan masjid, shalat
tahiyatul masjid berarti shalat yang dikerjakan untuk menghormati masjid.
Masjid adalah tempat manusia bersemabah sujud kepada Allah, semua kegiatan di
masjid menggunakan nama Allah oleh karena itu masjid disebut Baitullah.
Demikian mulianya sehingga islam mensyariatkan shalat tahiyatul masjid,
Rasulullah bersabda:
ﺇﺬﺍ ﺟﺎﺀ ﺍﺤﺪﻜﻢ ﺍﻠﻤﺴﺟﺪ ﻓﻠﻴﺻﻞ ﺴﺟﺪﺗﻳﻥ ﻣﻥ ﻗﺑﻞ ﺍﻥ ﻴﺟﻟﺱ. ﺭﻮﺍﻩﺃﺑﻮ ﺪﺍﻮﺪ
Artinya: “Apabila salah seorang diantara kamu masuk
masjid, hendaklah ia shalat dua rakaat sebelum duduk. “(HR.Abu Dawud dari
Abi Qatadah : 395)
Melakukan sholat tahiyatul masjid saat setelah masuk
masjid dan belum sampai duduk. Dilakukan sendiri-sendiri tidak berjama’ah,
sebagaimana berikut akan dijelaskan bagaimana tata cara dalam melakukan shalat
tahiyatul masjid.
Tata cara
pelaksanaan shalat tahiyatul masjid adalah sebagai berikut :
1. Jumlah rakaatnya hanya 2 rakaat.
2. Dilaksanakan secara munfarid
(sendirian).
3. Syarat sah shalat tahiyatul masjid
sama dengan shalat yang lain, ditambah satu lagi yakni dilakukan di masjid.
Tidak sah jika dilakukan diluar masjid.
4. Waktunya setiap saat memasuki
masjid, baik untuk melaksanakan shalat fardu maupun ketika akan beri’tikaf.
5. Bacaan-bacaan shalat tahiyatul
masjid sama dengan shalat yang lain, hanya niatnya saja yang berbeda.[12][12]
6. Urutannya secara garis besarnya :
a. Berniat shalat Tahiyatul
Masjid, contoh lafadznya :
أُصَلِّي سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالى
Artinya: “Saya berniat shalat tahiyat masjid dua rakaat karena Allah
Ta’ala.”
b. Takbiratul ihram
c. Shalat dua rakaat
seperti biasa.
d. Salam.
Tujuan dari pelaksanaan shalat dua rakaat ini adalah
untuk menghormati masjid. Karena masjid memiliki kehormatan dan kedudukan mulia
yang harus dijaga oleh orang yang memasukinya. Yaitu dengan tidak duduk
sehingga melaksanakan shalat tahiyatul masjid ini. Karena pentingnya shalat
ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap memerintahkan
seorang sahabatnya – Sulaik al-Ghaathafani – yang langsung duduk shalat
memasuki masjid untuk mendengarkan khutbah dari lisannya. Ya, Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam tidak membiarkannya duduk walaupun untuk mendengarkan
khutbah dari lisannya, maka selayaknya kita memperhatikan shalat ini.
Jumhur ulama
berpendapat : hukum shalat dua rakaat sebelum masuk masjid adalah mandub (sunnah)
dan tidak wajib.[13][13]
HiKmah : Imam
Nawawi rahimahullaah berkata, “Sebagian mereka
(ulama)mengungkapkannya dengan Tahiyyah Rabbil Masjid (menghormati RabbTuhan
yang disembah dalam- masjid), karena maksud dari shalat tersebut sebagai
kegiatan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, bukan kepada
masjidnya, karena orang yang memasuki rumah raja, ia akan menghormat kepada
raja bukan kepada rumahnya.” (Lihat: Hasyiyah Ibnu Qasim: 2/252)
10. Shalat sunnah muthlaq
Shalat sunnah muthlaq adalah shalat sunnah yang boleh
dikerjakan pada waktu kapan saja, shalat muthlaq yakni shalat sunnah yang tak
bersebab
Ø Waktu yang dilarang melaksanakan Shalat muthlaq
1. Waktu matahari sedang
terbit, hingga naik setombak/lembing
2. Ketika matahari sedang
tepat dipuncak ketinggian hingga tergarincirnya. Kecuali pada hari jum’at
ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul masjid
3. Sesudah shalat ashar
hingga terbenamnya matahari
4. Sesudah shalat subuh
hingga terbitnya matahari agak tinggi
5. Ketika mata hari akan
tenggelam hingga tenggelamnya
Shalat sunnah ini tidah terbatas jumlah rakaatnya, berapa
saja yang kita sanggup kita boleh lakukan, dan dilaksanakan tiap – tiap 2
rakaat satu salam
Hikmah :
1) Sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah
2) Meningkatkan iman
3) ditiggikan derajatnya
11. Shalat sunnah awwabin
Shalat sunnah
awwabin yaitu shalat sunnah sunnah ba’dal maghrib, Jumlah rakaatnya
minimal 2 rakaat dan maksimal 6 rakaat. Adapun bacaan suratnya:
a) al-falaq dan an-nas
b) sesuka hati
c) al-kafirun dan al-ikhlas
Hikmah
: a) sarana mendekatkan diri kepada
allah
b) Meningkatkan iman
c) Ditinggikan derajatnya
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Diantara
banyak macam sholat sunnah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. ada
sholat-sholat sunnah yang tergolong pada yang dianjurkan dan yang tidak
dianjurkan, ada pula yang dilaksanakan berjamaah ataupun secara munfarid. Namun
tetap dilaksanakan oleh Rasulullah sebagai tauladan bagi umat Islam sedunia.
Dari semua sholat sunnah pada intinya atau kesimpulannya Shalat sunnah dilakukan untuk menambah atau menutupi
kekurangan – kekurangan ibadah wajib.
B. Penutup
Demikian makalah yang kami
susun semoga apa yang kita rumuskan, kita pelajari mendapatkan anugrah dan
inayah dari Allah serta bermanfaat bagi kita semua. Dengan semangat belajar
yang tinggi pula insyaallah dapat menegakkan tiang agama dan mendapatkan tempat
yang mulia kelak di hari akhir amin ya robbal alamin.
Daftar Pustaka
Ø Anjen Dianawati, Kumpulan Sholat-Sholat Sunnah,Surabaya: Wahyu Media, 2010
Ø Jawad. Mughniyah, Fiqih Lima madzab (Jakarta:
Penerbit Lentera, 2010)
Ø Shalat Tarawih Menurut Mazhab Empat, diakses pada tanggal 7 April 2013 dari
Ø Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah (Jakarta:
Darul Fath, 2004)
Ø Abdurrahman Taufiq, Bidayatul Mujtahid (Jakarta:
Pustaka Azzam, 2006
Ø Amir Abyan, Pendidikan
Agama Islam Fikih (Semarang: Karya Toha Putra, 2008)
Ø
PP annuqayah
SKIA 2004

Komentar
Posting Komentar